20170919185953
Pil PCC
(foto:Istimewa)

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura, Papua mengimbau kepada werga di daerah itu agar mewaspadai peredaran kapsul paracetamol cafein carisoprodol (PCC) diwilayahnya.
“Kami imbau kepada seluruh warga Jayapura bahwa kita waspada, peredaran pil PCC ini sindikat besar karena bukan hanya di Jayapura,” kata Kepala BBPOM Jayapura, Mudi Yunita Bukit di Jayapura, Selasa (19/09/2017).
Menurut dia, sindikat kasus pil PCC ini sudah terjadi di Kendari, Makassar tapi juga sebelumnya dilakukan pemeriksaan pil PCC di Kalimantan, dan pulau Jawa.
Untuk itu, menurut dia, masyarakat perlu mewaspadai kasus ini, apalagi obat.
“Obat ini diminum sesuai dengan anjuran dokter karena kita ada keluhan, oleh sebab itu jangan sembarang meminum obat, kalaupun bisa membeli obat legal apabila diapotik atau saranan penjualan obat resmi,” ujarnya.
“Jangan membeli obat yang polos seperti pil PCC,” ujarnya lagi.
Lanjut dia, apabila ada hal-hal yang mencurigakan terkait dengan kasus obat dan makanan, masyarakat diharapkan melapor ke Kantor BBPOM Jayapura.
“BBPOM Jayapura siap menerima laporan keluhan dari masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, masyarakat perlu cek kemasan, cek lebel, cek izin edar dan cek kadaluarsa.
“Minimal produk obat dan makanan, obat tradisional termasuk kosmetik perlu dicek sebelum digunanakan dan dikonsumsi,” tambahnya.(SO)