Lanjut ke konten

Tarian Panen Laor atau cacing halus

Tampak para penari putri dan putra sanggar tari Kayu batu sedang melakukan atraksi tari panen cacing halus , pada pembukaan festival Teluk Humboldt, Minggu ,5/8/2018.( ft/SO)

Jayapura ( KPN) – Tarian ini menceritakan tentang bagaimana Masyarakat adat kampung Kayu batu pada bulan tertentu di setiap tahun pada saat bulan purnama para laki – laki di kampung Kayu batu pergi ke pantai Base’G menimba Naita ( Laor).Tarian ini dibawah oleh sanggar tari Kayu batu,Kota Jayapura.

Sebelum bulan September atau Oktober itu tiba para perempuan yang sudah berumah tangga harus menghindarkan diri di suatu tempat yang mana disaat itu, tidak ada lagi komunikasi antara suami dan istri bahkan tidak boleh melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Tampak para perempuan sedang memegang perlengkapan alat tanggap laor atau cacing halus .( ft/SO)

“Ini dimaksud agar hasil panen Laor (Naita) tidak boleh gagal atau sedikit, karena dari hasil panen ini akan di bagi kepada semua masyarakat Kampung Kayu batu”.

Nah pada saat semua perahu sudah di tempat khususnya panen Naita para laki -laki akan menyanyi untuk memanggil Naita dengan lagu khusus.

Tampak para laki -laki menyanyi untuk memanggil Naita dengan lagu khusus ( ft/SO).

“Naita nao namtumtu nao,Naita nao namtumtu nao,na botbue botbue sukuare fati to,yang artinya Naita I Laor keluar dari tempat , sarangnya menuju keluar di daerah batasannya atau karang di mana ombak yang tinggi tidak bisa menerpa perahu nelaya atau masyarakat yang saat itu berada di tempat panen laor.”sumber Nikolas Makanuay.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: