Vivie Makabory guru muda bahasa inggris, bersama anak- anak didiknya di kampung Mamit di Kabupaten Tolikara . (ft/ Dok Vivie )

Jayapura ( KPN)- Dari kecil di dalam saya punya keluarga saya punya orangtua selalu kasih tahu saya untuk tolong anak- anak Papua. Krn saya juga anak Papua meskipun kalau ketemu orang yang bukan orang Papua mereka bilang saya bukan orang oPapua from the inside saja hehe…,” tutur Vivie Makabory dari obrolan singkat pagi tadi via inbox.

Tidak pake lama selepas Wisuda di Universitas Pelita Harapan Jakarta bulan Mei lalu, perempuan muda asal Waropen ini langsung tinggalkan Jakarta menuju Ke Kampung Mamit di Kabupaten Tolikara , Provinsi Papua pada bulan Julli 2018.

“Alasan saya jadi guru karena saya mau bantu anak – anak Papua . Saya mau tolong mereka juga untuk mengerti Bahasa Inggris,” lanjut guru muda di Sekolah Lentera Harapan di Kawasan Pegunungan Tengah Tanah Papua ini.

“Selama saya sekolah dan kuliah, saya selalu berdoa sama Tuhan supaya saya bisa kembali ke Papua untuk bantu anak- anak Papua.

Saya pikir waktu itu Tuhan tidak kasih ijin saya pulang ke Papua.

Tapi puji Tuhan. Tuhan kasih ijin saya pulang dan menempatkan saya di pedalaman Papua langsung dimana saya bisa belajar banyak hal dari anak-anak Papua di Pedalaman Tolikara, Mamit.

Saya bukan hanya mengajar mereka tapi saya juga belajar dari mereka dan itu sangat memberkati saya secara pribadi .

Saya lihat kalau Tuhan itu luar biasa di dalam kehidupan saya bahkan dalam kehidupan anak- anak Papua di pedalaman.

Kadang orang pikir jadi guru itu gaji sedikit saja, tapi saya mau jd guru bukan karena uang. Saya percaya ketika saya utamakan Tuhan semua akan Tuhan cukupkan. Dan jadi guru sangat menyenangkan.

Sejak kapan mulai berpikir seperti begitu ?

Sejak saya lulus SMA.Waktu itu saya bantu saya tante mengajar Les Bahasa Inggris di Sentani.

Dan ada beberapa anak Papua yang ikut belajar dan disitu saya mulai rasa kalau saya mau tolong mereka.

Luar biasa Vivie !

Semoga bisa menjadi berkat !

Soli Deo Gloria !(sumber Pustaka anak Papua)