Para jurnalis saat mendapatkan materi dari pemateri Galih Budi Utomo, Manajer Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia wilayah kerja Papua.( ft/ Dok pribadi)

Surabaya (KPN)-Jurnalis Papua diharapan memanfaatkan teknologi digital sosial media, web dan sebagainya untuk membuat konten-konten tentang Papua yang dipromosikan ke tingkat nasional sehingga Papua lebih dikenal di tingkat Nasional, dengan alamnya yang luar biasa dan indah. Selain itu, para wartawan di Papua juga memiliki potensi untuk bisa mengembangkan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Galih Budi Utomo, Manajer Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia wilayah kerja Papua, Rabu (16/1/2019), disalah satu hotel di kota Surabaya.

Bank Indonesia wilayah Papua, menggelar Pelatihan wartawan Wilker KPWBI Provinsi Papua, selama 3 hari mulai 15-17 Januari 2019. Kegiatan tersebut merupakan program rutin bank Indonesia diikuti oleh 25 jurnalis baik dari media cetak, online dan elektronik yang berada di Papua. Thema yang diangkat dalam Pelatihan tersebut, yaitu Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Jurnalistik.

Tampil sebagai pemateri di hari pertama, Manager Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Galih Budi Utomo, dengan materi pentingnya peran jurnalis atau wartawan dalam kaitannya dengan tugas-tugas Bank Indonesia.

Galih Budi Utomo, menyampaikan bahwa pihak BI juga ingin berbagi ilmu kepada rekan-rekan jurnalis, diantaranya proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan perilaku jiwa kewirausahaan yang dibangun dengan tujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar, meliputi pembangunan, pembentukan sebuah perusahaan baru. Kegiatan kewirausahaan juga merupakan kemampuan managerial yang diperlukan oleh seorang wartawan.

“Ada juga tentang peningkatan skill di bidang yang terkait dengan jurnalistik misalnya fotografi dan sebagainya, kemudian juga kita ingin supaya tahun ini bisa lebih mengelola keuangannya tentang investasi tentang financial planning, dan sebagainya jadi kita ingin wartawan itu juga secara kapasitas akan berkembang selain di bidang jurnalistik tetapi juga di bidang ekonomi,” kata Galih.

Lanjut Galih pelatihan ini juga mendatangkan pemateri dari Kementrian Komunikasi dan Informasi, Dimas Aditya Nugraha dan Irwan dari Departemen komunikasi Bank Indonesia.selain pelatihan, 25 Jurnalis Papua juga melakukan study banding di Jawa Pos group, dan kunjungan ke Smart city pemerintah kota Surabaya .( Sonya)