Lanjut ke konten

Formula Kebijakan Baru Bagi Kesejahteraan Rakyat di Tanah Papua Setelah Berakhirnya Otsus



Jayapura ( KPN)- Komisioner V Dewan Pengurus Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan wilayah Provinsi Bali NTT, NTB, Maluku , Maluku Utara, Papua dan Papua Barat yang dijabat oleh Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano MM., gelar Talkshow Whorkshop dengan mengusung tema “Formula Kebijakan Baru Bagi Kesejahteraan Rakyat di Tanah Papua”

Workshop dihadiri forkopimda Provinsi Papua, Kabupaten, Kota se-Provinsi Papua dan Papua Barat, menampilkan pemateri para pakar yang telah memiliki sejumlah pengalaman dalam bidang kepemerintahan, yakni Muhammad Musa’ad, Laksamana Muda Purn. TNI. Fredy Numberi, Dr. Agus Sumule,MSC, Michael Manufandu, dan selaku moderator Rektor Universitas Cenderawasi, Dr Apolloh Safanpo, ST., MT., berlangsung di Aula Sian Soor kantor Wali Kota Jayapura, Kamis 23 Juli 2020.



Acara yang digelar dengan video conference (vicon)ini dibuka secara langsung oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, yang diwakili Direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD, Drs. Andi Bataralifu, M.Si
Hal penting yang disampaikan Dirjen Otda Kemendagri Andi Bataralifu adalah, kegiatan workshop ini sangat positif untuk mendiskusikan bagaimana formula kebijakan untuk papua ke depan.

Sementara itu Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan acara talkshow workshop ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penerapan Otsus di papua yang akan berakhir pada tahun 2021, sehingga dilakukan evaluasi terkait penyelenggaraan Otsus tersebut, untuk mendapatkan hasilnya dengan mengundang berbagai narasumber yang ahli, dan tokoh Papua maupun elemen masyarakat Papua.
Dan nantinya pasca Otsus pemerintah akan melakukan apa untuk papua, sehingga harus ada kajian bersama.

‘’Kami sangat berterima kasih, para undangan yang hadir dalam workshop ini, baik dari forkopimda, narasumber, moderator, serta notulen perguruan tinggi dan peserta workshop, karena workshop ini sangat penting bagi masyarakat Tanah Papua,’’jelasnya.**( Humas)

%d blogger menyukai ini: