Lanjut ke konten

Jadi Tuan Rumah Hockey Tingkat Asia, Papua Berpeluang Kembangkan Sport Tourism

SENTANI—Dua gedung venue Hockey Indoor maupun Outdoor yang dibangun di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ternyata memiliki fasilitas berstandar internasional.

Tak heran jika beberapa agenda kejuaraan hockey  internasional, sudah siap menanti di depan mata. Jika tidak ada aral melintang, maka kejuaraan hockey outdoor internasional tingkat Asia, sudah siap digelar Februari 2022 mendatang menggunakan fasilitas yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 300 miliar itu.

Hal itu disampaikan Ketua Federasi Hockey Indonesia Provinsi Papua Jan Dance Kbarek, saat ditemui wartawan di venue indoor, Doyo Baru, Kamis (07/10/2021).

“Dari federasi Hockey Indonesia pusat sudah datang dan melihat sendiri dua gedung ini dan fasilitasnya. Bahkan, tim verifikasi juga sudah memantau. Boleh dibilang dua venue ini terbaik di Indonesia, setelah senayan Jakarta. Jadi mereka menunjuk kami,  khususnya lapangan Hockey Out door akan menjadi tuan rumah kejuaraan Asia, Februari 2022 mendatang,” kata Jan Kbarek.

Menurut Kbarek, para pengurus Federasi Hockey Indonesia melalui Ketua umum Brigjen Yus Adi Kamrullah sangat menyambut baik rencana perhelatan internasional ini di Papua. Sebab Papua memiliki keindahan alam yang wajib dikunjungi oleh para atlet dan ofisial yang akan datang bertanding.

Bahkan, kata Kbarek, pelatih Timnas Indonesia asal Malaysia Muhammad Dhaarma pun mengaku terpesona dengan kondisi pemandangan Danau Sentani dan Gunung Cyclop. Ini memberi keyakinan bawah perhelatan kejuaraan internasional di Jayapura, sudah tentu akan disambut baik oleh utusan Negara Asia yang akan tampil dalam kejuaraan ini.

“Pak Bupati Jayapura juga  sudah siap sehingga pasca PON, kami akan melakukan persiapan-persiapan lagi menyambut kegiatan internasional ini,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Jan Kbarek berharap sebelum perhelatan event internasional itu digelar di Jayapura tahun depan, pemerintah Provinsi Papua, khususnya intansi teknis bisa menyiapkan kegiatan berupa sport tourism. Artinya, para peserta yang berasal dari luar negeri, akan datang bertamu ke Papua, selain mengikuti event olahraga, mereka juga bisa menikmati keindahan alam Papua, budaya dan adat istiadat yang benar-benar kaya, indah dan unik.

“Bagaimana kita meramu sedemikian rupa dalam paket sport tourism untuk dijual. Sehingga selain olahraga, ada juga pariwisata. Dengan demikian pasca PON, gedung tidak tinggal mubazir namun ada event baru yang bisa mendatangkan ekonomi bagi Papua, lebih khususnya masyarakat Jayapura,” tegas Jan Kbarek. (Isak Womsiwor/Gusty Masan Raya/Humas PB PON XX Papua)

%d blogger menyukai ini: