Christian Sohilait : Semua Pihak Harus Wujudkan Kota Jayapura Jadi Kota Yang Nyaman

on

Jayapura,(KPN) – Pemerintah kota Jayapura kembali melanjutkan kegiatan coffee morning dengan sejumlah elemen masyarakat di kota Jayapura. Kali ini kegiatan menyasar para toko agama di Kota Jayapura. 

PJ Walikota Jayapura,  Christian Sohilait mengatakan, kegiatan ini sangat penting  dilakukan oleh pemerintah kota Jayapura untuk mewujudkan kota Jayapura yang aman dan Damai.

Menurut christian kota Jayapura akan melangsungkan pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada November mendatang, sehingga  masukan atau sumbangan pikiran positif dari masyarakat terutama tokoh agama  di kota Jayapura ini sangat  penting.

“ Ini agar bisa menjadi perhatian dan pemerintah bisa menindaklanjutinya,

Ini sudah hari ketiga kami melaksanakan kegiatan seperti ini,  pertama kami sudah lakukan coffee morning dengan paguyuban, kemudian dengan tokoh adat,” katanya.

Dia menegaskan semua pihak harus membuat kota Jayapura menjadi kota yang nyaman.

“ kita mau jalan malam juga santai saja tidak ada rasa takut, area taman taman kota juga perlu diperbaiki Sehingga hal itu perlu kerjasama dari bapak ibu ustad, hamba Tuhan ,”kata Christian Sohilait, Kamis 14 Juni 2024.

Ditambahkan PJ Wali Kota Jayapura peran dari tokoh tokoh agama di Kota Jayapura itu sangat  dibutuhkan oleh pemerintah untuk mengawal pembangunan tetapi juga untuk mewujudkan Kamtibmas di kota Jayapura, tentu saja sesuai tupoksi masing masing.

“Saya dapat laporan dari pihak kepolisian tingkat kejahatan di kota ini sangat tinggi sekali. Kita harus cari tahu apa penyebabnya dan harus di tekan,” ujarnya.

Melalui pertemuan bersama para tokoh agama dirinya berharap, bisa mengetahui apa yang menjadi harapan dari masyarakat,  dan tentunya kita bisa sama sama mencari solusi yang terbaik.

Dia menjelaskan, ada beberapa penyampaian dan masukan dari masyarakat, mulai dari masaslah peredaran miras  yang disebutkan telah membawa dampak buruk bagi generasi muda di Papua.

Termasuk juga adanya penyebaran anak-anak yang melakukan penyalahgunaan lem Aibon dan juga narkoba jenis ganja.  Selain itu masyarakat juga meminta pemerintah dan juga aparat keamanan untuk lebih tegas lagi dalam hal menangani masyarakat yang selalu mengganggu Kamtibmas di wilayah kota Jayapura.

“Ada yang minta kita supaya perlu adanya distrik bebas Miras sebagai pilot  Project, kemudian melakukan penertiban masyarakat yang menjual miras secara bebas,

Kemudian ada juga yang meminta pemerintah mengatasi persoalan banjir seperti di Perumnas 2 waena, kemudian ada juga yang meminta ketegasan pemerintah terkait dengan upaya penataan dan pengelolaan para pedagang yang beraktivitas di pasar otonom,” pungkasnya.(Redaksi)