Lanjut ke konten

Gubernur Papua :Masalah Pegubin diselesaikan secara Damai

Gubernur Papua Lukas Enembe Seusai melakukan rapat tertutup dengan MUSPIDA Kabupaten Pegunungan Bintang di Gedung Negara dok 5 Jayapura , Membahas penyelesaian bentrok yg terjadi di PEGUBIN .( ft/Celia).

Jayapura ( KPN)-Bentrok antara dua kelompok warga pekan lalu Selasa (2/10/2018), yang menjatuhkan belasan korban dua diantaranya anggota polisi di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, saat itu mencekam.

Dua kelompok yang bertikai adalah Tim 9 pimpinan Yance Tapyer yang menginginkan Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktenka turun dari jabatannya serta kelompok pendukung bupati yang di pimpin Andi Balyo dan Lester Apintamon.

Akibat bentrok itu sejumlah aparat kepolisian saat anggota Brimob yang mencoba melerai kedua kubu menjadi korban.Dua polisi terkena panah, yakni AKP Amon dan Brigadir Dolfis.

Dari pertikaian yang terjadi, Pemerintah Provinsi Papua yang di pimpin Gubenur Papua, Lukas Enembe melakukan pertemuan antara dua kubu yang bertikai yakni Bupati Pegununan Bintang dan Dewan perwakilan Rakyat Daerah Pegunungan Bintang, dalam rangka menyelesaikan masalah yang terjadi disana.

Pertemuan ini diikuti oleh Muspida Kabupaten Pegunungan Bintang, yang digelar di Genung Negara dok lima Jayapura, Rabu (10/10/2018)

Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan, pertikaian yang terjadi di Oksibil beberapa waktu lalu, telah mempertemukan DPRD dan Bupati, yag mana intinya harus diselesaikan secara damai, dan mengajak mereka untuk bersatu memikirkan Pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Bagaimana kita pertemukan antara DPR Pegunungan Bintang dan Bupati Pegunungan Bintang, intinya persoalan yang sudah terjadi kita harus selesaikan dengan secara damai, kita mengajak kalian bersatu memikirkan Pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang daripada ribut-ribut, dimana keputusan MA itu tidak ada disuruh pemberhentian Bupati itu membenarkan tahapan yang mereka lakukan, keputusan MA begitu. Kalau dikaji itu prosesnya akan panjang dimana Bupati dan DPR akan ribut terus saling gugat terus dan saya minta daripada rakyat jadi korban lebih bak kamu berdamai. K alau kita mau dorong ini baik PK maupun KASASI itu pasti akan panjang. Karena Bupati tidak bisa diberhentikan karena tiga alasan itu melawan Undang-Undang, kalau dia sakit, atau meninggal dunia, berhalangan tetap dan melanggar ketentuan Undang-Undang lain, seperti korupsi dan saksi pidana lainnya,”katanya.

Kata Gubernur Enembe lagi, jadi dalam posisi seperti itu Bupati tidak bisa diberhentikan dengan seenaknya begitu saja. untuk itu saya menganggap masalah Pegunungan Bintang daripada rakyat menjadi korban coba kalian bersatu dan selesaikan secara internal persoalan yang sudah terjadi dan ini rakyat sebagian sudah korban. oleh karena itu kita sepakat tadi ada tahapan penyelesaian dan kita akan bentuk tim penyelesaian, dan nantinya beberapa minggu atau bulan kedepan akan kita kerja, sehingga hasilnya seperti apa nanti penyelesaiannya di Pegunungan Bintang. Baik masyarakat yang pro maupun kontra dipersatukan, dimana masyarakat di gunung hampir sama jadi caranya itu bakar batu dan sebagainya/ kalau itu sudah dilakukan saya pikir sudah selesai,”ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktenka mengatakan, ada satu kemajuan dalam menyelesaikan bentrok yang terjadi Oksibil, Pegunungan Bintang.

“Ada satu kemajuan untuk memecahkan kebuntuan diatas, saya harap dengan pertemuan ini suasana jadi cairlah antara Bupati dan DPR, karena masyarakat ini dia sesuaikan dengan apa yang dilakukan Dewan dengan Bupati. Saya pikir arahan dari Kemendagri juga Gubernur maka kami harus siap menyesuaikan demi kebaikan untuk semua, juga demi kemajuan masyarakat diatas, jadi selanjutnya kami tunggu arahan pak gubernur, tim yang dibentuk seperti apa dan kami siap seperti apa biar ada rekonsiliasi. Karena dari sisi aturan saya pikir Bupati tidak bisa diberhentikan dengan dalih-dalih yang beralasan seperti itu. Saya berterimakasih kepada pemerintah Provinsi, Gubernur, dan juga dari Kemendagri sudah memfasiliatsi pertemuan ini antara Bupati dan DPR Pegubin, diharapkan setelah ini semua bisa cair,” jelasnya.

“Situasi saat ini di Pegunungan Bintang aman, diharapkan sekarang upaya bagaimana perdamaian, karena sudah ada korban jiwa, ada rumah dibakar, dan sekarang kami berpikir bagaimana supaya tidak terjadi seperti itu lagi. ya sebagaimana biasanya dua kelompok harus bertemu kami bicara dan bisa diselesaikan secara adat,”pungkasnya.

Sekedar diketahui, pertemuan yang dipimpin Gubernur Papua, Lukas Enembe, diikuti Sekda Papua, TEA Herry Dosinaen, FORKOPIMDA Provinsi Papua, Bupati Pegunungan Bintang, Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Ricky Tekege, serta MUSPIDA Kabupaten Pegunungan Bintang.(Celia)

%d blogger menyukai ini: