Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MM didampingi Ibu Yulce W Enembe, SH. Saat menyerahkan cenderamata dan foto bersama Mayjen TNI George E. Supit, S.Sos dan Ibu pada acara pisah sambut Pangdam XVII Cenderawsih di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua.(ft/Celia)

Jayapura (KPN)- Setelah dilakukan prosesi pedang pora, dilanjutkan dengan pisah sambut Pimpinan Kodam XVII/Cendrawasih dari Pejabat lama, Mayjen TNI George E. Supit, S,Sos, kepada Pejabat baru Mayjen TNI Yosua Pandit. Sembiring, S.I.P. Acara ini gelar di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Sabtu malam (13/10/2018

Acara Pisah Sambut Pangdam XVII/ Cenderawasih dihadiri Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, beserta Ibu Yulce W Enembe, SH, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE,MM, Sekda Papua, T.E.A Herry Dosinaen, Forkopimda Papua, pimpinan SKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MK, mengharapkan Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, SIP, tugas yang utama adalah mengayomi dan melindungi rakyat Papua.

“Malam ini kita berbahagia karena 17 bulan mengabdi di Negeri ini, di tanah ini tidaklah gampang, tentu banyak persoalan yang kita hadapi, Pemerintah menyadari itu sehingga TNI menempatkan diri di Provinsi ini pasti banyak masalah dan bersyukur, Jendral Supit melayani selama 17 bulan, sudah laksanakan yang baik, terimakasih untuk pekerjaan yang sudah dikerjakan, hubungan antara masyarakat Papua, Gereja, kelompok masyarakat di Papua, bisa berjalan denga baik. Walauapun disana-sini ada permasalahan yang timbul tetapi posisi TNI menemptakn diri sebagai pembelah NKRI, Itu yang penting.,”Kata Enembe.

“Kami menyampaikan terimakasih atas kerja keras, upaya untuk melindungi dan menjaga rakyat Papua. Tidak banyak yang menjadi bermasalah karena konflik yang terjadi tentu, Provinsi Papua hari ini masalah yang kita hadapi adalah konflik-konflik lokal yang terjadi karena kebijakan Kepala Daerah yang salah atau karena Pilkada, atau karena masalah sosial lainnya.” Dalam kondisi seperti itu ungkap Gubernur, TNI mnempatkan diri sebagai pengayom dan pelindung rakyat Papua,”tuturnya.

“Oleh karena itu pihaknya berjanji bersama TNI/POLRI menjaga Daerah Papua agar tidak menimbulkan konflik-konflik.” Posisikan diri sebsgsi TNI yang professional, dalam menjaga NKRI. Selamat datang dan bertugas di Provinsi Papua, kita sama-sama bekerja. Apapun yang terjadi kita terus bersama,”tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pejabat lama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI George E Supit, S,Sos, pada sambutannya mengatakan, Pergantian pimpinan adalah hal yang wajar dalam kesatuan baik TNI maupun Polri dan ini untuk kepentingan satuan.

“Saya Secara Pribadi dan dengan Kejujuran, mau menyampaikan bahwa, saya sangat menyenangi dan mencintai Papua, sehinga ada rasa bangga bercampur sedih yang saya rasakan karena tugas negara, harus meninggalkan Papua”, ungkap jenderal bintang dua itu.

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih yang baru, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring. SIP, menyampaikan ucapan rasa syukurnya bisa bertugas di Papua karena tanah ini adalah tanah yang diberkati Tuhan.

“Saya sangat membutuhkan dukungan dari bapak ibu sekalian dan juga semua masyarakat Papua sehingga saya bisa menjalankan kepercayaan yang diberikan oleh Negara kepada saya ini sebagai pangdam XVII cenderawasih dengan baik. Kepada bapak Mayjend TNI George E Supit saya mengucapkan terimakasih karena telah berbuat yang terbaik bagi Papua. Selamat jalan semoga sukses di tempat tugas yang baru” tutur Pangdam Sembiring,” tuturnya. (cellia)