Pemprov Papua Lepas 14 Orang, Bantu Sigap Korban Bencana Palu dan Donggala.(ft/Celia)

Jayapura (KPN)- Setelah memberikan bantuan dana sebesar 4 Milyar Rupiah kepada korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah pekan lalu, kali ini Pemerintah Provinsi Papua melepas 14 orang tenaga bantuan yang diberangkatkan ke Palu dalam rangka membantu masayarakat yang terkena bencana.

Pelepasan 14 orang tenaga bantuan tersebut oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM, di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Jalan Raya Abepura, Kotaraja, Kota Jayapura ,Kamis /11/11/2018.

14 orang tenaga yang membantu korban tersebut, 10 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi, 2 orang dari Dinas Sosial, dan 2 orang lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM, mengatakan, pelepasan 14 orang tenaga bantuan tsunami Palu dan Donggala ini untuk membantu sauadara sebangsa dan se-Tanah Air yang terkena bencana, walaupun jumlahnya sedikit tetapi ini adalah keputusan dan keinginan turut merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita saat ini.

“Teman di Dinas maupun masyarakat, kami Pemerintah Provinsi merasa bersyukur kepada pimpinan kesehatan, sehingga ada 14 orang yang kesana membantu saudara-saudara kita yang terkena gempa tsunami di Palu, Donggala dan Sigi. Dari 14 orang ini 10 dari Dinas Kesehatan, 2 dari Dinas Sosial, dan 2 lagi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua. Jumlahnya sedikit tapi kami rasa bukan jumlah yang menentukan tapi lihat dari keputusan dan keinginan kita untuk turut serta merasakan dan membantu saudara-saudara kita yang hari ini berada dalam situasi yang tidak menyenangkan atau prihatin.”katanya.

“Wagub menjelaskan, Secara perorangan atau pribadi di Papua juga cukup banyak kami sudah membantu, seperti kami di Merauke. Papua walaupun jauh dan lain sebagainya, selalu menjadi Negara Republik Indonesia itu sudah hal membantu dan juga dalam konteks kemanusiaan juga merasakan apa yang saudara-saudara kita rasakan. Kesdihan, duka dan lain sebaginya, kami juga merasakan dan kami mendukung sekali apa yang sedang saudara-saudara kita rasakan.”ungkapnya.

“Dari sekarang semua harus siap seperti BMKG semua yang berkompneten dengan penanggulangan bencana, Dinas dan sekolah-sekolah dimana harus melakukan simulasi, anak-anak sekolah mungkin dijalan ada bencana langsung dia tahu, ibu-ibu rumah tangga melakukan latihan dari sekarang, sehingga pada saat situasi itu terjadi mereka sudah terbiasa dan dia tahu tindakan apa yang harus dia lakukan.”tukasnya.

“Biarpun alat kita lengkap semua tetapi masyarakatnya tidak diajarkan tiba-tiba dating bencana, dan ingat ya tiba-tiba terjadi tsunami telepeon, internet, itu diputuskan semua supaya tidak terjadi koslet. Jadi tidak ada waktu untuk komunikasi, harus sampai beberapa jam baru alat-alat tersebut dihidupkan.”pungkasnya. (Celia)