Kepala Balai Besar Wilayah V Jayapura,Petrus Demon Sili, S.IP, M.Si, saat menunjuk peta lokasi gempa ,(ft/istimewa).

Jayapura (KPN) – Hari Jumat, 19 Oktober 2018, pukul 12.55.12 WIB, wilayah Kabupaten Mamberamo Tengah diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,7(update). Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,72 LS dan 139,29 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 108 km arah utara Kota Aspol, Kabupaten Mamberamo Tengah, Propinsi Papua pada kedalaman 54 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas zona subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Mamberamo Tengah ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik. Diperkirakan pembangkit gempabumi ini adalah akibat aktifitas subduksi Utara Papua.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Sarmi III-IV MMI, Jayapura II-III MMI dan di Wamena II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 14.27 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya”kata Kepala Balai Besar Wilayah V Jayapura,Petrus Demon Sili, S.IP, M.Si.

(Sumber BMKG)