suasana penyambutan pesawat cessna grand caravan tiba di Ilaga,Kamis (6/12),kemarin, sebagi kado natal bagi rakyat Puncak.(ft/Humas Puncak)

Ilaga ( KPN) – Impian dari masyarakat Puncak, agar dua pesawatnya jenis cassna Grand Caravan yang dibeli oleh Pemkab Puncak awal 2018 lalu agar segera beroperasi di Kabupaten Puncak, untuk melayani transportasi udara di Kabupaten Puncak, akhirnya tercapai ini, setelah salah satu dari kedua pesawat tersebut tas landing di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak, Ilaga, Kamis (6/12)pukul 09.00 WIT,kemarin.

Kedatangan pesawat tersebut,dikendalikan oleh dua kapten pilot serta satu orang pilot penguji dan pengawas pilot dari Kementerian Perhubungan khususnya dari Ditjen Perhubungan Udara capten pilot Rif Prawido Moerdiono, serta Samuel Resubun selaku fasilitator pengadaan pesawat tersebut,mereka disambut oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si, bersama Ibu Bupati Puncak Elipina Kogoya Wandik, serta sekda Puncak Drs.Abraham Bisay, serta jajarannya, diawali dengan doa singkat, yang dimpin langsung oleh Bupati Puncak Willem Wandik sendiri.

Kedua pesawat ini sendiri sebenarnya sudah dibeli sejak awal 2018 lalu di Amerika dan selama ini sudah berada di Bandara baru Moses Kilangin Timika, namun karena izin terbang dan sejumlah administrasi yang belum keluar dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, membuat kedua pesawat ini belum bisa terbang beberapa bulan lalu, namun setelah pendekatan yang dilakukan oleh Pemkab Puncak dengan Kemenhub akhirnya Kamis, kemarin sudah bisa dilakukan tes leanding di Bandara aminggaru Ilaga.

Kedatangan pesawat tersebut, juga sebagai penghapus trouma dari pemerintah dan masyarakat Puncak, pasca jatuhnya pesawat carebouw, akhir 2016 lalu,sebagai gantinya maka dengan asuransi dari pesawat carebouw tersebut, akhirnya Pemkab Puncak, kembali lagi mendatangkan dua pesawat cessca grand caravan, yang kini siap melayani penerbangan bagi masyarakat Puncak, karena satu-satunya alat transportasi ke Puncak, untuk saat ini masih mengandalkan pesawat, menyebabkan harga barang begitu tinggi.

Perwakilan Kementrian Perhubungan Dirjen Perhubungan udara capten pilot Arief Prawido Moerdiono yang juga selaku penguji dan pengawas pilot ini, mengatakan yang membuat kedua pesawat tersebut, lambat terbang, lebih kepada mempersiapkan para pilot yang akan membawa kedua pesawat tersebut, mengingat penerbangan di wilayah Pegunungan tengah,merupakan daerah ini sulit sekali, sehingga perlu trening khusus dan memastikan pilot-pilot benar-benar paham dengan kondisi penerbangan di wilayah Puncak.

“Wilayah Puncak merupakan wilayah mountaing flying level 3 dalam istilah penerbangan merupakan daerah yang memerlukan pengalaman khusus bagi pilot, hal-hal inilah yang membuat dua pesawat milik pemkab Puncak ini lambat terbang, disamping sejumlah izin administrasi, yang berlu dilengkapi,”ujarnya.

“lebih baik kita lambat terbang namun keslamatan lebih aman, karena kita harus pastikan pilot ini sudah paham dengan kondisi wilayah Pegunungan Papua, sehingga kejadian pesawat carebouw yang pernah jatuh di Puncak, jangan terulang lagi,”ujar mantan capten pilot Merpati ini.

“Dengan beroperasinya pesawat ini, maka ini merupakan kado Natal bagi masyarakat Puncak, kita berharap bisa membantu masyarakat di Puncak, ekonomi makin baik dan penerbangan di Puncak lebih berkembang lagi,”tambahnya.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan dua pesawat ini akan melayani transportasi udara bagi masyarakat di Puncak, karena satu-satunya transportasi ke Puncak, untuk jangka pendek saat ini, hanya menggunakawan pesawat udara, tentunya mempengaruhi terhadap tingginya barang dan jasa, sehingga pembangunan agar sedikit terhambat.

“Pertama kami mengucap syukur Pada Tuhan, dan juga terima kasih kepada Menteri Perhubungan yang sudah memberikan izin kepada kami, sebab kami sudah merindukan pengadaan pesawat di Puncak,terus terang saya senang bahagia bersama masyarakat Puncak, karena setelah pesawat carebouw jatuh, ternyata dia tidak mati, tapi dia bangkit dan dua unit pesawat bisa ada,untuk melayani masyarakat Puncak lagi,”ujarnya.

Kata Bupati,Dua pesawat ini, nantinya akan dikelola oleh BUMD Kabupaten Puncak, untuk melayani transportasi udara bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau,mampu menekan harga tiket di Kabupaten Puncak, apalagi saat ini akan masuk dalam natal dan tahun baru,kedua pesawat ini juga sebagai salah satu solusi pendapat asli daerah (PAD) Kabupaten Puncak.

“Pesawat ini juga merupakan pesawat yang tercatat sebagai aset negara, karena dibeli dengan uang negara,sehingga kami butuh bimbingan terus dari Kementerian Perhubungan,”tukasnya.

“ saya juga sampaikan bahwa kehadiran pesawat ini, bukan untuk bersaing dengan pesawat lain, namun ini sebagai solusi bersama untuk meningkatkan pembangunan di Kabupaten Puncak,sehingga saya berharap dukungan dan kerja sama dari perusahan penerbangan yang sudah lebih awal melayani di Puncak, tetap terjalin dengan baik,”tambahnya.

pesawat cessna grand caravan tiba di Ilaga,( ft/ Humas Puncak)

Kedua pesawat milik pemkab Puncak ini grand caravan yang dibeli oleh Pemkab Puncak langsung dari perusahan pesawat Amerika cessna ini, merupakan pesawat grand caravan model terbaru,dari perusahan pesawat ini yang dilengkapi dengan sejumlah kecanggian tertentu, menggunakan mesin turbo, dan juga kecanggihan dari pesawat ini juga dimana ketika pesawat terbang tinggi, diatas 10 ribu kaki,dari batas terbang, maka tabung oksigen secara otomatis akan secara otomatis akan keluar untuk penumpang,yang menariknya juga kedua pesawat ini, akan dikendalikan oleh tiga capten pilot senior dan dua cop pilot anak asli Puncak.

Wakil Ketua DPRD Puncak Alus UK Murib,mengaku senang dan bangga, kerinduan masyarakat Puncak agar memiliki pesawat selama ini akhirnya tercapai,dirinya meminta agar semua pihak terutama OPD, ikut membesarkan pesawat ini, dengan menggunakan jasa dari kedua pesawat ini agar APBD jangan keluar.

“kita selama ini uang habis di pesawat dengan adanya pesawat ini, maka kami akan lebih terbantu,”tuturnya.

Tokoh Pemuda asal Puncak Yopi Buliwal menyambut baik kehadiran pesawat ini, dia berharap pesawat ini bisa melayani rakyat Puncak, terutama harga tiket yang lebih murah dari penerbangan saat ini.

“Masyarakat kabupaten Puncak semua senang, kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Perhubungan dan bapak Bupati Puncak, kami minta pesawat itu layanai masyarakat sampai di Distrik Distrik,”tukasnya. (Humas Puncak)