Tower di kampung keike kab.Yahukimo.( ft/Diskominfo Yahukimo)

Yahukimo ( KPN) -Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Yahukimo, Yahik Suhuniap, berharap pihak ketiga yang menangani kegiatan pembangunan tower jaringan telpon, tahun 2019, dapat menyelesaikan pembangunan 4 tower yang belum terbangun di tahun sebelumnya.

“Karena kami Yahukimo mendapat 6 tower diantaranya 2 sudah terbangun yang belum ada 4 tower,lalu dua towerpun belum bisa ON AIR ( mengudara), karena merupakan satu paket.” kata kadiskominfo.

Pembangunan tower setinggi 72 meter yang merupakan bantuan dari kementrian komunikasi dan informasi republik indonesia tahun 2017- 2018, dalam hal ini melalui Palapa Ring yang merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Dimana Sasaran dan Strategi Pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur). Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.
<img class="wp-image-2397 size-full" src="https://http24083.files.wordpress.com/2019/01/img-20190125-wa0006-1.jpg&quot; width="1280" height="720" title="

[caption width=" _1280="_1280" ]

Tower NOC Dekai di kantor bupati.( ft Diskominfo Yahukimo)">

Tower NOC Dekai di kantor bupati.( ft Diskominfo Yahukimo)">

Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, dua pair (empat core). Strategi pembangunan proyek Palapa Ring ini adalah dengan membentuk suatu konsorsium dimana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di tanah air.

"Dikabupaten yahukimo pada tahun 2018 telah dibangun Dua buah tower dengan ukuran 72 meter yang berada di kampung keike dan dekai, dikantor bupati, sementara masih ada 4 yang belum dibangun, karena terkendala dengan penerbangan pesawat karena terletak di distrik distrik di daerah pedalaman, yang mana harus menggunakan pesawat ", kata kadis kominfo.

Lanjut Yahik Suhuniap, tidak adanya transportasi darat menjadi salah satu kendala bagi pihak ketiga yang menangani kegiatan tersebut.

"Jadi material dalam hal tower sudah ada di dekai, angkutan transportasi kelokasi pembangunan yang menjadi persoalan,kami mengharapkan pembangunan 4 tower dari 6 tower yang merupakan satu paket dapat diselesaikan pada 2019," kata Yahik Suhuniap,

Yahik Suhuniap,menambahkan pembangunan tower ini merupakan satu paket,sehingga diharapkan dengan pembanguna 4 tower pada tahun 2019 ini, maka semua baru diaktifkan atau terhubung karena semua saling terinterkoneksi.

“diharapkan dengan terbangunya keenam tower tersebut maka dapat terhubung ke beberapa kabupaten di wilayah pengunungan tengah,terlebih khusus kabupaten di wilayah lapago, sehingga kami berharap di tahun 2019 semua terbangun sehingga daerah lain yang sudah terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi, sehingga masyarakat yang ada di wilayah pengunungan tengah papua dapat menikmati fasilitas jaringan telepon,terlebih di kabupaten yahukimo.

Sementara itu enam titik pemasangan tower ini yaitu di distrik dekai yaitu di kampong keike,di dekai di kantor bupati dan di empat distrik diluar dekai yaitu NOC sumohai, site soba,site kayo dan site silimo.

“ 2 tower di dekai yaitu site 13 keike untuk akses jalur pelabuhan, karena pemerintah yahukimo di tahun 2019-2020 akan membuka pelabuhan besar di daerah perbatasan asmat dan yahukimo sehingga dapat mengover ke wilayah pelabuhan.

Dengan demikian maka sesuai dengan Hasil yang diharapkan melalui pembangunan jaringan telekomunikasi melalui palapa ring ini maka Jaringan ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia dan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara telekomunikasi.

"Sovereignty/Kedaulatan Negara" dan "Ketahanan Nasional" melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi.

Akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sosial ekonomi melalui ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkapasitas besar yang terpadu bisa memberikan jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah.( Diskominfo kab Yahukimo)