Peserta saat berada di halaman Gereja GKI Maranatha,sebelum mengikuti workahop kurikulum sekolah minggu Se-klasis Manokwari. ( ft/ Istimewa)

Manokwari (KPN)-Klasis Manokwari Papua barat, mengelar Workshop Kurikulum Sekolah Minggu GKI Se-klasis Kota Manokwari 26 dan 27 Januari 2019, bagi 48 Jemaat.

Dengan sorotan thema Dilengkapi untuk memperlengkapi,sub thema melalui workshop kurikulum guru sekolah minggu diperlengkapi untuk mendidik, mengajar, melayani dan memberkati anak dalam mengenal Yesus sebagai juru selamat (Markus 10:16).

Kegiatan ini dibuka oleh Pendeta Alfaris Yarangga, mewakili klasis Manokwari .

Workshop Kurikulum Sekolah Minggu GKI Se-klasis Kota Manokwari, bertujuan agar Mengajar menjadi bagian penting dalam kehidupan, Seorang pengajar Sekolah Minggu tidak hanya sekedar melaksanakan tugas pelayanan namun juga menemani anak-anak melakukan pengenalan akan Tuhan dan memberikan keteladanan hidup.

Hal ini membuat peran seorang pengajar Sekolah Minggu sangat penting. Karena perannya yang penting maka seorang guru Sekolah Minggu juga perlu meningkatkan kapasitas dan kualitasnya sebagai pengajar.

Heslin Kbarek salah satu pengasuh sekolah minggu dari Jemaat GKI Marthen Luther Pasir Putih Manokwari,mengatakan dengan mengikuti Workshop Kurikulum Sekolah Minggu selama dua hari, dirinya bersama peserta yang lain,mendapat tambahan ilmu bagaimana cara mengajar yang baik menggunakan kurikulum Sekolah Minggu GKI.Karena ternyata sebagian besar Sekolah Minggu di Klasis Kota Manokwari selama ini tidak menggunakan Kurikulum.

Pemateri dalam kegiatan ini yaitu Pendeta Jhon Morin ,S.Th, Pendeta.G.Wutoi,S.Th dan Pendeta .Johana Hallatu ,yang di bagi perklas

Workshop Kurikulum Sekolah Minggu GKI Se-klasis Kota Manokwari yang berlangsung selama dua hari akhirnya di tutup oleh kepala Biro PAR GKI di Tanah Papua .Pendeta .Jhon.Morin,S.Th. pada minggu 27 Januari 2019 .( Pustaka anak Papua)