Suasana ibadah masuknya Injil di Tanah Papua ke-164 tahun , oleh jemaat GKI di klasis Nimboran ( ft/istimewa)

Jayapura ( KPN)-SUDAH 164 tahun, usia Pekabaran injil (PI) di Tanah Papua. Sudah jutaan orang asli Papua yang “mengaku” beragama Kristen. Sudah ratusan ribu orang asli Papua yang berpendidikan tinggi dan menduduki jabatan, baik di pemerintah, swasta dan lembaga keagamaan.

TAPI sungguh ironis, hasil dari 164 tahun PI itu, SEMAKIN SEDIKIT orang asli Papua – berkulit hitam dan berambut keriting, yang rutin masuk gereja dan persekutuan2 di dalam gereja .

Bahkan pada ibadah syukur PI pada 5 Februari 2019 ini, kita bisa hitung dengan cari, berapa banyak orang asli Papua yg masuk gereja untuk mengucap syukur atas pemberitaan injil oleh dua rasul, Ottow dan Geisler ?…

Apakah fakta ini merupakan suatu bukti dari kegagalan PI di Tanah Papua ?

Apakah dengan 164 tahun PI itu, kesatuan dan kebersamaan orang asli Papua semakin kokoh ataukah ataukah, kita orang asli Papua mulai berjalan sendiri-sendiri dengan ego-nya sendiri-sendiri dan membiarkan usia PI terus bertambah, tapi Orang asli Papua semakin jauh dari Tuhan alias kafir??

Di lain pihak, diusia 164 tahun PI di Tanah Papua, kita bisa lihat, bahwa HANYA karena Injil kita dapat hidup bersama dengan saudara2 kita yang non Papua. Mareka datang dan hidup bersama dengan manusia berkulit hitan berambut keriting. Inilah salah satu hasil dari 164 Pekabaran Injil di Tanah Papua…

Masih banyak lagi hasil positif dari PI di negeri Kasuari ini.

SELAMAT HUT PI KE 164 TAHUN DI TANAH PAPUA. TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA. AMIN.(Krist Ansaka)