Jayapura ( KPN) -Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia Komda Papua Papua Barat bekerjasama dengan Universitas Cenderawasih melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD) membahas Manajemn Bencana yang di laksanakan di Aula Rektorat Uncen, Jumat (12/04/2019)

FGD dilaksanakan terkait dengan bencana yang terjadi dibeberapa daerah di provinsi Papua, diantaranya bencana banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2019 lalu serta meluapnya air danau Sentani Kabupaten Jayapura, longsor dan banjir di Kota Jayapura dan juga Kabupaten Keerom.

Mengakibatkan banyak sekali nyawa manusia yang melayang,kerugian infrastruktur yang mengakibatkan kerusakan sarana fasilitas perkantoran serta bangunan lainnya

” Ini menjadi acuan akademisi yang merasa terpanggil untuk bersama sama stakeholder untuk mendapatkan kajian rumusan strategis penanganan bencana yang terjadi untuk mencari solusi terkait investigasi bencana yang sudah terjadi maupun mencegah yang belum terjadi serta adanya informasi kepada masyarakat terkait rawan bencana seperti sekarang ini,” katanya

Materi yang disampaikan dalam FGD ini disajikan oleh pemateri ahli geologi dari belanda Profesor Geoffrey De Jong serta Rektor Uncen Dr.Ir.Apolo Safano yang di hadiri peserta dari berbagai berbagai elemen baik dari pemerintahan,Akademisi ,LSM.

Ketua HATTI Emilyono.J.O.Wayangkau Komda Papua Papua Barat mengatakan kegiatan ini bermaksud untuk menghasilkan pemikiran pemikiran untuk menjadi solusi sebagai Mitigasi bencana yang sudah terjadi ataupun mencegah yang belum terjadi

“Sehingga ada informasi kepada masyarakat terkait dengan rawan bencana yang sekarang terjadi sehingga kedepannya dari regulasi ini bisa ada sistim informasi yang cepat dengan adanya pemasangan alat- alat Hidrologi di daerah rawan longsor seperti Cycloop sehingga bisa mengontrol curah hujan di atas pegunungan yang bisa langsung di berikan kepada masyarakat.”terangnya .

Salah satu peserta dalam FGD Wiliam.R.Manderi yang juga Pelaksana tugas badan penanggulangan bencana provinsi papua mengatakan berkaitan dengan bencana alam yang terjadi di Provinsi Papua khusunya kejadian besar yang terjadi di Kabupaten Jayapura,ini menjadi dasar bagi kita semua baik yang ada di pemerintah Provinsi ,Kabupaten maupun Kota Jayapura serta semua Masyarakat yang ada untuk bagaiman kita semua bisa melakukan penanganan penangana bencana.

Ia juga menambahkan 60% bencana yang terjadi didominasi Hidrologi akan tetapi bencana ini ada setiap saat disamping kita oleh sebab itu Kabupaten Jayapura menjadi pengalaman dan catatan bagi kita untuk bagaiaman kita harus harmoni dengan alam.

“Sehingga apa yang di canangkan tahun ini oleh BPPB berkaitan dengan hari kesiapsiagaan Nasional tahun ini bagaimana kita jaga alam dan alam jaga kita ,ini penting apalagi sub thema kali ini perempuan adan anak yang rentan terhadap bencana ini menjadi domain bagi kita semua,” katanya

Ia berharap diskusi ini harus di bangun dari waktu ke waktu sehingga ini akan menjadi masukan bagi kami sebagai penyelenggara atau badan penanganan bencana.

Ketua FGD Kingstong,R. Robrageri,ST juga menambahkan bahwa hasil dari forum ini diharapakan untuk memberi masukan kepada pemerintah, bahwa pegunungan Cycloop dan Danau sentani ini menjadi satu kesatuan, dalam konsep Manajemen Bencana termasuk menjamin masyarakat adat untuk mendapatkan hasil ,sehingga tidak ada lagi hal hal aktivitas di sekitar pegunungan .

“Sehingga saya sebagai ketua panitia dari kegiatan ini sangat menyarakan untuk membuat konsep Biofard yaitu pengelolaan Cycloop dalam ekonomi,ekologi budaya di konsep jadi satu dalam konsep biofard.” terangnya

hasil akhir dari kegiatan ini baik dari HATTI Papua dan UNCEN memberikan solusi yang terbaik untuk mencegah bencana akan terjadi lagi.( Aryo)