Bupati Jayawijaya saat memberikan sambutan pada promosi FBLB di Jakarta.(Foto/Vin)

Jakarta (KPN)- Sebagai upaya mempromosikan pagelaran seni Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-30, pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan promosi offline yang berlangsung selama tiga hari di Museum Nasional Jakarta sejak Kamis (20/06/2019)

Pagelaran FBLB tahun ini pemda berupaya menyajikan tampilan FBLB yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai bocoran, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua yang menghadiri langsung pembukaan promosi offline tersebut mengatakan nantinya akan ada lomba menganyam noken dan pembuatan noken terbesar untuk memecahkan rekor Muri.

“Karena tahun ini even ini masuk tahun pelaksanaan ke 30 maka akan ada noken terbesar, kami akan buat noken sepanjang 30 meter” ungkap bupati pada puncak promosi offline, Jumat (21/06/2019).

Bupati dan wakil bupati Jayawijaya bersama para penari foto.bersama. ( Foto : Vin)

Selain noken raksasa, pementasan seni tari, pesta adat bakar batu, dan berbagai rangkaian acara budaya yang akan dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 9 Agustus nanti, selama even tersebut pemda juga akan membuka beberapa kampung wisata yang nantinya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi tidur di Honai ala Suku Dani.

Panitia juga akan memberika tour gratis dihari terakhir pelaksanaan FBLB.

“Dihari ke tiga kita juga akan mengajak wisatawan mengunjungi danau Habema yang juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan kita, dan itu gratis” kata.

Selain berbagai rangkaian kegiatan seni budaya dan wisata kuliner yang dapat dinikmati, para wisatawan juga nanti dapat mencoba olahraga para layang dibeberapa titik terjun yang dijamin akan memanjakan mata para penerbang tentang keindahan alam Jayawijaya.

Penari saat menambilkan tarian khas masyarakat Jayawijaya .( Foto : Vin)

Sementara terkait armada penerbangan yang sering menjadi kendala untuk wilayah pegunungan Papua termasuj Jayawijaya, pemda nantinya akan menambah rute penerbangan saat even nanti.

Dalam promosi offline yang dikemas bersama pameran kerajinan ini juga menyajikan berbagai informasi seputar Jayawijaya, mulai dari destinasi hingga akomodasi penunjang untuk lebih memudahkan wisatawan.

Ditambahkan Wakil Bupati Jayawijaya Marthen Yogobi FBLB ini juga sebagai upaya untuk mempertahankan budaya leluhur dari Lembah Baliem.

“Ini merupakan upaya kita melestarikan budaya kita, makanan pokok disana adalah ubi dan itu tdk pernah hilang. Masyarakat juga masih tetap berkebun” terangnya.

Sehingga kontribusi FBLB sangat besar terutama dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan juga pelestarian budaya. (Vin)