Lanjut ke konten

Penyerapan Anggaran Pemprov Papua Di 35 SKPD Masih Dibawah 30 Persen.



Jayapura (KPN)- Pemerintah provinsi Papua menyatakan penyerapan anggaran di 35 Satuan Perangkat Daerah (SKPD) masih minim di bawah 30 persen.

Hal ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang menyerang masyarakat di seluruh dunia lebih khusus di Provinsi Papua yang hingga saat iji masih terus meningkat. sehingga pegawai diliburkan selama tiga bulan dengan bekarja dari rumah, (Work From Home).

“Karena pandemi ini yang mempengaruhi juga, karena kemarin kita Work From Home atau dirumah saja selama 3 bulan. Jadi kita baru masuk tanggal 8 Juli 2020, sudah libur lebih dari 3 bulan, sehingga setelah masuk kemarin baru kemudian, persiapan-persiapan ini dilakukan oleh teman-teman SKPD,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, DRS. Muhammad Musaad, Senin, (10/8/2020).

Ujar Musaad, belanja pemerintah sangat penting untuk menstimulus pengembangan berbagai aspek perekonomian di Papua.

“Kita dalam Agustus-September ini, jadi bisa spit iagi ditambah supaya penyerapannya bisa lebih cepat. Hari seperti sekarang ini memang belanja pemerintah itu menjadi sangat penting untuk menstimulus pengembangan berbagai aspek perekonomian di Papua.
Karena kita pasti dari pihak swasta terganggu dan sebagainya, yang diharapkan memang belanja pemerintah,” ujar Musaad.

“Kita akan mendorong bersama-sama dan segera kita akan rapatkan untuk memastikan semua SKPD sudah seharusnya melakukan langkah-langkah percepatan pelaksanaan program kegiatannya, sehingga tingkat serapannya akan berdampak. Karena kita masih berada di bawah di atas 20 persen, dan itu masih sangat minim. Jelas belum sampai 30 persen,” ujar Musaad.

Musaad mengungkapkan, pekerjaan fisik sudah dikerjakan, sehingga secara optimis pekerjaan bisa selesai secepatnya sesuai dengan yang diharapkan.

“Mudah-mudahan beberapa pekerjaan fisik sudah di kerjakan terus. terutama kelanjutan dari yang kemarin. Memang untuk pekerjaan fisik yang besar biasanya tagihan dilakukan di akhir tahun pelaksanaannya.
Karena kita dari tahun ke tahun selalu seperti itu, sehingga kita optimis bahwa kita akan terus mengevaluasi perkembangannya dan memastikan semua bisa sesuai dengan yang diharapkan,” ungkap, Musaad. (Cl)

%d blogger menyukai ini: