Lanjut ke konten

Warga di Kota Jayapura diimbau tidak terprovokasi demo

Jayapura (KPN) – Warga di ibu kota Provinsi Papua, Kota Jayapura diimbau agar tidak terprovokasi ajakan demo terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI AU di Kabupaten Merauke.

Imbauan ini disampaikan oleh Ketua Klasis GIDI Kota Jayapura Pdt Jusman Kogoya, S.Th, dalam rilis yang diterima pada Kamis (29/07) menanggapi isu atau ajakan demo kasus kekerasan di Kabupaten Merauke, Papua.

“Saya selaku pimpinan umat kristiani, khususnya gereja GIDI se-Kota Jayapura akan menyampaikan kepada umat yang saya pimpin agar tidak turun jalan untuk demo, karen masalah yang terjadi Merauke sudah diselesaikan oleh TNI AU dan pimpinan TNI juga sdh meminta maaf, jadi kita perlu demo lagi,” katanya.

Pdt Jusman Kogoya juga menyayangkan tindakan kedua oknum anggota TNI AU tersebut hingga menginjak kepala korban yang merupakan orang berkebutuhan khusus. “Hal ini juga tidak benar, diharapkan kedepan jangan terulang lagi perbuatan yang sangat tidak manusiawi dilakukan oleh kedua oknum TNI itu,” sesalnya.

Sekali lagi, Pdt Jusman Kogoya menerangkan bahwa TNI sudah menyelesaikan kasus itu dengan cepat dan sudah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua. “Jadi, jangan lagi melakukan aksi demo yang bisa merugikan kita semua. Ingat bahwa Gubernur Lukas Enembe sudah memberikan himbauan kepada kita semua masyarakat Papua agar tidak terprovokasi dengan kasus yang terjadi di Merauke,” pintanya.

Momentum ini juga, Pdt Jusman Kogoya kemukakan bahwa para pemuda-pemuda di Gereja GIDI yang dipimpinnya saat ini sudah banyak yang taat dan patuh kepada Tuhan dan juga rajin beribadah. “Saya juga sebagai pelayan kerohanian bagi mahasiswa GIDI tidak bosan-bosan untuk mengingatkan mereka agar tidak ikut dalam aksi-aksi demo,” ungkapnya.

Menurut dia, gereja juga harus melihat dan menolong orang Papua yang suka minum-minuman keras atau mabuk alkohol karena banyak masalah yang bermula di tanah Papua karena hal itu.

“Himbauan saya selaku Ketua Klasis GIDI agar mahasiswa tidak melaks demo, dan tetap fokus untuk belajar karena saat ini kita semua harus jaga kesehatan berkaitan dgn masa pandemi COVID-19,” ajaknya.(Koko)

%d blogger menyukai ini: