Lanjut ke konten

Putra Asli Papua Ini Selalu Pimpin Partai Final Biliar Sejak PON XVIII

TIMIKA – Mathius Waroi menjadi salah satu putra asli Papua, yang membanggakan dunia olahraga biliar. Sejak tahun 2004 dia memulai kariernya di dunia biliar menjadi wasit, hingga saat ini menjadi wasit pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Mathius menceritakan, tahun 2004 dia mulai memimpin pertandingan pada Kejurda di Jayapura. Kemudian di tahun 2006, juga menjadi wasit pada Kapolda Cup yang juga diselenggarakan di Jayapura.

Masih di Papua, Mathius kembali menjadi wasit pada pertandingan Wamena Open, yang diselenggarakan oleh Bupati Jayawijaya, saat itu Jhon Wempi Wetipo, pada tahun 2010.

“Saya dulu memang hidup saya di rumah biliar, dan yang orbitkan saya ini ada dengan saya hari ini,” katanya sambil merangkul asisten wasit yang mendampinginya pada partai final yang berlangsung di Venue Biliar Mimika, Kamis (14/10/2021).

Tahun 2011 menjadi langkah awal Mathius memulai debutnya menjadi wasit biliar di luar Papua, tepatnya pada kejuaraan pra-PON di Medan.

“Itu pertama kali pengprov POBSI Papua mereka percayakan saya untuk turun sebagai wasit,” katanya.

Usai pra-PON, dia dipercayakan menjadi wasit pada perhelatan PON XVIII di Riau tahun 2012. Di tahun 2014 pada Kejurnas di Pekalongan juga dia aktif menjadi wasit.

“Itu juga ada babak final yang kami pimpin,” ujarnya.

Tahun 2015 pada ivent pra-PON di Cirebon hingga PON XIX Jawa Barat, Mathius masih dipercayakan menjadi wasit.

“Pada saat ivent itu kelas yang selalu saya pimpin partai final,” katanya.

Saat ini, pria berusia 40 tahun itu mengaku bangga bisa menjadi wasit pada PON XX yang diselenggarakan di tanah kelahirannya.

“Bangga bisa pimpin pertandingan di PON Papua. Ini PON ketiga,” katanya.

Mathius yang sering memimpin partai final di Kejurnas , pra-PON hingga PON itu masih memimpin di nomor pertandingan Pool.

“Di PON Papua ini kemarin saya turun di final 1 ball, 8 ball dan sekarang 10 ball,” katanya yang baru saja memimpin final Ricky Jateng melawan Andri Kepri.

Saat ini dia bersama dengan 18 wasit dari Provinsi Papua yang mengikuti PON XX.

“Saya asli sendiri orang Papua, hitam kulit keriting rambut,” kaya Mathius.

UPP. KAMIS. 14 OKTOBER 2021.

DIVISI POOL

UPP 9 BALL SINGLE PUTRA
– Medali Emas : Arun (Kalimantan Selatan)

– Medali Perak : Ardin (Sulawesi tengah)

– Medali Perunggu :

Zulfikri (Jawa Barat)
Widi Harsoyo (DIY)

UPP 10 BALL SINGLE PUTRA
– Medali Emas : Ricky yang (Jawa tengah)

– Medali Perak : Andri (kepulauan Riau)

– Medali Perunggu :

Jeffry Zen (Sumatera Utara)

Ponco Manurung (DKI) 

UPP 9 BALL DOUBLE PUTRI
– Medali Emas :

  Fatrah Masum

  Desi Aristia (DKI)

– Medali Perak :

  Silviana

  Fatih Setia Utami (Papua)

– Medali Perunggu :

Angeline Ticoalu

Vinda Marthatilova

(Jawa Tengah)

Emilia

Annabella

(Jawa Timur)

DIVISI SNOOKER

UPP SIX RED
– Medali Emas :

Dhendy Khristanto

(Jawa Barat)

– Medali Perak :

Faizal Zainuri (Papua)
– Medali Perunggu :

  Yoni Rachmanto (Jawa Tengah)

  Oei Kiem Han (Bali)

UPP ENGLISH BILLIARD FRAME
– Medali Emas : Johanes Yahya (DKI)

– Medali Perak : Jaka ginting (Sumatera Utara)

– Medali Perunggu :

  Marlando Sihombing

(Sumatera Utara)

Faisal (Riau)

DIVISI CAROM

UPP THREE CUSHION
– Medali Emas : Rudy Hasan (DKI)

– Medali Perak : Herowanto (Jawa Barat)

– Medali Perunggu :

– James Lengkang (Papua)

– Hotmaruli Simarmata (Sumatera Utara).

(Humas PPM/Anya Fatma/Sianturi/Timo)



















%d blogger menyukai ini: