Lanjut ke konten

Kepengurusan Satu Pena Papua Barat Terbentuk

Kopdar Satu Pena Barat (foto: Istimewa)

Jayapura (KPN)-Organisasi Persatuan Penulis Indonesia, Satu Pena Provinsi Papua Barat membentuk kepengurusan secara daring.

Satu Pena Papua Barat beranggotakan beragam profesi diantaranya jurnalis, guru, budayawan, mahasiswa dan pelajar.

Melalui meeting zoom yang diselenggarakan pada Kamis (24/3/2022), sejumlah 17 orang peserta sepakat untuk membentuk kepengurusan Satu Pena Papua Barat.

Koordinator Satu Pena Papua Barat, Anang Budiono, mengatakan Satu Pena Papua Barat menginduk pada organisasi Satu Pena yang dipimpin oleh Deny JA sebagai Ketua Umum. Satu Pena sendiri telah tersebar di 34 provinsi.

“Satu Pena bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penulis, meningkatkan kapasitas, penguatan profesi, melindungi hak atas karya serta kebebasan penulis,” terang Anang, yang berprofesi sebagai jurnalis senior.

Dalam rapat tersebut, disepakati Yulika Anastasia Indrawati sebagai Ketua Satu Pena Papua Barat.

Yulika mengatakan Satu Pena Papua Barat menjadi wadah khususnya bagi para penulis untuk berkontribusi terhadap dunia literasi di Papua Barat. Saat ini anggotanya tersebar di lintas kabupaten, termasuk mahasiswa yang berada di kota studi Jayapura.

“Organisasi ini terbuka bagi para penulis, sastrawan dan siapa saja yang berminat untuk para pemula yang belajar berkecimpung di dunia literasi. Kita bekerja dilandasi sebuah semangat untuk menghidupkan literasi dan bertekat membawanya hingga ranah industri, agar para penulis semakin termotivasi dalam berkarya dan berdampak pada peningkatan kesejahteraannya,” kata Yulika yang dikenal sebagai sutradara dan kreator konten.

Lebih lanjut Yulika mengatakan setelah struktur kepengurusan terbentuk, agenda berikutnya adalah pengukuhan yang akan diselenggarakan di Manokwari.

Kehadiran Organisasi Satu Pena Papua Barat mendapatkan sambutan yang positif dari budayawan asal Teluk Bintuni, Aloysius Nafurbenan.

“Saya menyambut baik visi misi organisasi ini dan bersedia bergabung dengan Satu Pena Papua Barat. Ke depan ada banyak hal yang bisa kita lalukan dalam wadah ini mengingat Papua Barat mempunyai kekayaan dalam bentuk kesusastraan yang luar biasa. Ada banyak cerita rakyat yang dituturkan secara lisan namun belum dibukukan, semoga kita bisa wujudkan melalui organisasi ini,” terangnya.

Satu Pena Papua Barat diketuai oleh Yulika Anastasia, Wakil Ketua Junaedy Madubun, Sekretaris Ainul Yaqin dan Bendahara Hermalina Windessy.(***i)

%d blogger menyukai ini: