
Jayapura,(KPN) -Dinas Kesehatan Kota Jayapura kembali menggelar pertemuan lintas sektor Penjaringan Tubercolosis Massal bagi Mahasiswa dan Anak Sekolah di Kota Jayapura Tahun 2024. berlangsung di salah satu Hotel di Abepura,Jumat (14/6/2024).
Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Yusnita Pabeno pertemuan ini perlu dilakukan untuk membahas Penjaringan Tubercolosis.
“Pertemuan lintas sektor penjaringan Tubercolosis massal bagi mahasiswa dan anak sekolah di kota Jayapura tahun 2024 dilatar belakang capaian program TBC di Kota Jayapura saat ini sampai Mei 2024 masih ada di bawah target nasional,” ujar Yusnita dalam laporanya.
Dia mengatakan,nantinya dalam pertemuan ini akan dipaparkan secara detail oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura berdasarkan data per 31 Mei 2024.

“Cakupan penemuan kasus TB oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura baru mencapai 25,30 perse dari target 90 persen,” ujarnya.
“Dengan keberhasilan pengobatan 48 persen dari target 90 persen kemudian dari 1.264 kasus TBC yang kita temukan hanya 133 yang dilakukan investigasi kontak dengan capaian terapi pencegahan tuberkolosis sebanyak 6,2 persen dari target 48 persen,” sambung Yusnita.
Menurutnya,dari 25 persen kasus yang ditemukan diantaranya terdapat kasus-kasus pada usia anak sekolah.
“Usia 6 sampai 24 tahun ini ada dalam rentang usia anak sekolah sekolah dasar sampai ke tingkat mahasiswa,” katanya.
Lanjut Yusnita,untuk mencegah penularan di tingkat sekolah asrama dan perguruan tinggi pada bulan Maret kemarin Dinkes Kota Jayapura sudah melakukan pertemuan persiapan Penjaringan tuberkolosis massal bagi mahasiswa dan anak sekolah.
“Kami mengundang 30 sekolah di 30 lokasi yaitu sekolah asrama dan perguruan tinggi yang di dalamnya terdapat kasus tuberkolosis baik yang belum pengobatan maupun yang sementara atau sudah selesai pengobatan,” ujarnya.
Hasil Pertemuan Sampai Bulan Juni 2024
Lebih lanjut Yusnitas mengatakan,dalam perjalanannya setelah pertemuan sampai pada bulan Juni 2024 pihaknya baru melakukan pemeriksaan di sekitar 8 lokasi.
“Dari 30 lokasi yang menjadi target dan satu lokasi tambahannya adalah Lapas abepura di mana dari sekitar 780 narapidana yang kami periksa 167 diantaranya harus mendapatkan pengobatan terapi pencegahan tuberkolosis karena berkontak dengan pasien TBC.”

“Dalam perjalanannya dari bulan Maret sampai bulan Juni Kami menemukan beberapa kendala dalam Penjaringan massal yang nanti juga akan disampaikan secara detail oleh ibu kepala dinas di dalam pemaparan terkait kendala dan hambatan yang kami temukan dalam Penjaringan ini,” sambung Yusnita.
Dengan begitu,melalui pertemuan ini menjadi pengetahuan kita bersama dan inilah yang melatarbelakangi sehingga kami menganggap perlu ada pertemuan lintas sektora bagi kita semua yang ada di kota Jayapura.
“Untuk itu kiranya dapat berkoordinasi bersama dalam melanjutkan kegiatan Penjaringan tuberkolosis massal bagi mahasiswa dan anak sekolah di kota Jayapura,” katanya.
Tujuan inti pertemuan lintas sektor Penjaringan Tubercolosis Massal 2024
Yusnita menjelaskan,tujuan dari kegiatan ini seperti adalah untuk meningkatkan koordinasi antara Dinas Kesehatan Kota Jayapura sebagai lembaga teknis penyelenggara dengan lintas sektor terkait khususnya kepada lembaga-lembaga pendidikan kepada layanan.
“Tentang bagaimana layanan terkait yang menjadi tempat-tempat rujukan bagi anak-anak dan mahasiswa yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan kegiatannya,” tandasnya. (Redaksi)