(Doc : Norman Franken)

Jayapura (KPN)- Opa Norman Franken (71 tahun) warga negara Belanda yg pernah hidup di Kota Hollandia (Jayapura ) sampai tahun 1962 tinggalkan Papua kembali ke Eropa.Via inbox kami tanyakan tentang kisah hantu diseputaran Skyline yg menjadi momok pada masa itu kalo melakukan perjalanan di malam hari.

Berikut kisah singkat Opa Norman yg kami edit karena beliau mengaku sudah tidak fasih lagi berbahasa Melayu (indonesia) sebagai berikut :

This is the story, maaf buat behasa tidak baik. Jacqueline adalah seorang perawat militer Amerika yang bekerja selama periode Perang Pasifik ketika Tentara Sekutu menduduki Hollandia sekitar tahun 1944. Dia masih sangat muda dan sangat cantik. Pada suatu malam Jacqueline sendirian mengendarai Jeep dari arah Ifar menuju Haven (pusat kota Jayapura) tempat tinggalnya. Tetapi pas di Skyline pada lereng curam pertama datang dari Kota Raja menuju Entrop dia mengalami kecelakaan dan dia terjun ke jurang dan tewas seketika.

Cerita seputar hantu Jacqueline Bocht (baca : Ziklin Bok) atau Tikungan Jaqueline berawal tahun lima puluhan dua tentara belanda tengah malam dalam perjalanan pulang dari Haven menuju ke ke Ifar. Tepat sebelum tikungan terakhir dari Entrop meuju Skyline , persis di tempat di mana Jacqueline tewas, mereka melihat seorang wanita memberhentikan kendaraan mereka untuk menumpang ikut ke Ifar. Wanita tersebut berpakaian putih.

Dua tentara tersebut berhenti membuka pintu persilahkan wanita tersebut naik tapi kemudian tiba-tiba mereka melihat bahwa ia memiliki kaki berbulu menyerupai kaki dari kambing (bokkenpoot). Mereka kaget dan sopir tancap gas dan jeep terbang dari jalan dan masuk jurang persis di lokasi dimana Jacqueline terbang bersama jeepnya masuk jurang.

Salah Satu tentara meningal dan yg satunya lagi terluka. Waktu kendaraan tentara lain datang mereka membawanya ke Ifar atau hospital Rumah Sakit Milik Sekutu yg tampak dalam foto (model) diatas.Sesampai di Ifar tentara Belanda tersebut mendadak shock dan bercerita banyak tentang pemandangan meyeramkan yg mereka lihat.Tentara tsb kemudian dikirim pulang ke Negeri Belanda karena sakit ingatan alias gila.( Sumber Pustaka anak Papua )