
Jayapura, (KPN) – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Willem Wandik dan Aloysius Giay mengaku ingin menjadi pihak pertama yang meletakkan pondasi pemerintahan di Provinsi Papua Tengah jika memenangkan pilkada pada November 2024.
“Tentunya kami ingin menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk meletakan pemerintahan yang pertama,” kata Willem Wandik didampingi Aloysius Giay dalam jumpa pers di Kota Jayapura, Papua, Senin 2 September 2024.
Menurut dia cita-cita tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan karena Provinsi Papua Tengah memiliki potensi yang luas biasa besar di segala sektor. “Saya sebenarnya capek tapi kenapa tidak kalau saya bisa meletakkan pemerintahan dan program yang baik untuk ke depan sehingga 25 tahun, 50 tahun mendatang bahkan 100 tahun yang akan datang ketika saya dengan wakil ini meletakkan pemerintahan yang bagus perencanaan yang bagus kedepannya adik-adik atau anak-anak kami atau generasi yang akan datang tinggal melanjutkan,” ujarnya.
Karena dengan perencanaan yang bagus, daerah ini bisa dibangun dengan baik, dimana Papua Tengah adalah daerah yang berpotensi sekali. “Potensi karena ada PT Freeport Indonesia yang hasilkan PAD yang besar. Lalu, sumber alamnya seperti tambang dan wisatanya, bila orang yang punya hati untuk menggali potensi maka potensi ekonomi yang ada disana, bisa tingkatkan kesejahteraan yang bisa berdampak pada masyarakat,” katanya.
“Itulah kerinduan kami, sehingga ada bersama dengan masyarakat. Kita tidak asal kerja tapi bagaimana supaya kita mengerti tentang sosial budayanya seperti kita menghadapi suku Moni bagaimana, suku Mee bagaimana, suku Dani, suku Kamoro, Amungme, wataei pesisir pantai Nabire yang punya potensi. Tentunya dengan pendekatan sosial budayanya, sehingga potensi yang ada itu bagaimana berkomunikasi dengan orang adat dan menghadirkan pemerintah disana sehingga pembangunan yang kita laksanakan betul-betul kebersamaan kita yaitu menghadirkan tiga tungku yaitu adat, gereja dan pemerintah. Ketika tiga tunggku ini menjalin bekerja sama di daerah itu maka pemerintahan akan berjalan dengan baik,” sambungnya.
Lebih lanjut Willem sampaikan bahwa dengan itikad yang baik dengan membawa program pemerintah kemudian menjelaskan dan melibatkan ke adat maka pembangunan akan berjalan dengan mulus. “Pasti program pemerintah jika dibawa ke adat bagaimana kita permisi mau jalan di daerah ini kita lakukan pendekatan kepada mereka, daerah pesisir pantai Nabire ada enam suku yang ada disana. Mari libatkan mereka untuk membangun daerah disana. Begitupun masuk di daerah Mee ada tiga kabupaten yakni Deyai, Dogiyai, dan Paniai, ini adalah tiga suku besar yang merupakan anak asli suku Mee,” katanya.
Hal inilah, kata Willem, bisa meminang Aloysius Giay untuk mendampinginya maju dalam pilkada di Provinsi Papua Tengah. “Inilah yang membuat saya berpasangan dengan Wakil Gubernur Aloysius Giay dan saya bahagia hari ini juga saya bisa mendapatkan wakil gubernur yang punya pengalaman birokrat yang luar biasa di provinsi Papua selama ini yaitu dokter Aloysius Giyai,” katanya.
Aloysius Giay adalah seorang tokoh yang punya prestasi dalam bidang kesehatan yang punya ide dan gagasan serta terobosan soal bagaimana orang asli Papua bisa tercover dalam jaminan pelayanan kesehatan yang tercukupi. “Gagasan Kartu Papua Sehat ini dari beliau yang sangat luar biasa, sehingga kami berdua ini adalah pasangan yang ideal sekali yaitu saya punya basic pendidikan yakni perencanaan pembangunan daerah kalau wakil gubernur basicnya adalah kesehatan,” ujarnya.
“Maka kedua hal ini menjadi satu. Pembangunan akan berjalan bagus, disisi pendidikan dan perencanaan serta kesehatan terjamin. Sehingga bagaimana daerah sana bisa kita satu padu mungkin disisi kesehatan beliau bisa jelaskan dan programnya seperti apa inilah yang menjadi keterangan oleh karena itu saya mengajak kita semua dan telebih khusus suku-suku yang saya sebut tadi mari dukung kami,” pintanya.
“Kami punya hati dan kami berdua hadir untuk Papua Tengah bukan untuk pribadi kami berdua tapi kami ini mau hadir disana untuk menjadi alat untuk kerjakan dan rencana kami kedepan bukan untuk membawa visi-misi kami tapi hadir untuk semua lapisan masyarakat dan paguyuban yang ada disana,” tutupnya. (Sonya)