Dinas P3AKB Jayapura Kumpulkan Data Gender dan Anak untuk Profil Pembangunan Daerah

on

Jayapura,(KPN)— Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar kegiatan pengumpulan dan pengelolaan data gender dan anak, Selasa pagi (29/7), bertempat di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyusun profil pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan responsif terhadap isu kesetaraan gender serta perlindungan anak.

Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Puy, menekankan pentingnya data terpilah berdasarkan gender sebagai alat untuk menganalisis ketimpangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor pembangunan.

“Kenapa wajib ditampilkan profil gendernya? Karena lewat data itu, kita bisa lihat ketimpangan di sektor apa yang terjadi, pada jenis kelamin mana, dan bagaimana partisipasi perempuan dan laki-laki dalam pembangunan,” jelas Betty.

Menurutnya, pembangunan yang adil tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan lintas sektor. Oleh karena itu, DP3AKB mendorong seluruh perangkat daerah agar berkontribusi dalam pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif terkait gender dan anak.

Guna memperkuat dasar akademis penyusunan profil gender dan anak, DP3AKB juga menggandeng Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Cenderawasih. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen profil yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga dapat dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan publik yang berpihak pada kelompok rentan.

Salah satu anggota Pusat Studi Gender dan Anak Uncen sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Westin Rantang, mengatakan bahwa penyusunan buku profil gender dan anak masih terkendala kurangnya data kuantitatif dari sejumlah OPD.

“Data yang ada sekarang masih kualitatif. Kami masih menunggu data kuantitatif dari dinas-dinas terkait, agar program-program yang disusun betul-betul berbasis data dan berdampak langsung terhadap pemberdayaan perempuan dan anak,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot Jayapura dalam membangun sistem pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan anak. Diharapkan, dengan adanya profil gender dan anak yang lengkap dan akurat, kebijakan dan program pemerintah daerah akan lebih tepat sasaran serta berkontribusi terhadap pengurangan ketimpangan gender di Kota Jayapura.(Selfina)