20170616_102355
Suasana tatap muka Pangdam 17/Cenderawasih bersema komponen masyarakat dan insan pers di kota jayapura(ft/Obi)

Jayapura (KPN)-Saat melakukan tatap muka dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan insan pers di Aula Tony Rompis Kodam XVII Cendrawasih, jumat (16/06/2017), Pangdam XVII Cendrawasih, Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit memberikan penjelasan terkait kejadian pembakaran Alkitab oleh oknum anggota satgas pamtas yonif 410 Alugoro pada (25/05/2017).
Dijelaskan oleh Pangdam bahwa tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh anggota yang bersangkutan, namun hal tersebut merupakan kelalaian dari prajurit tersebut.
“dia lalai, seharusnya dia periksa semuanya itu, mungkin ada dokumen yang penting yang tanpa sengaja, terselip disitu. Dia kena pasal 156a KUHP, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun,” jelas pangdam.
Lebih lanjut dijelaskan Pangdam bahwa dirinya telah memberikan perintah kepada Danpomdam untuk memproses secara hukum.  Dan kasus ini juga telah dilaporkan ke jakarta.
Semua pemberkasan telah diproses oleh Danpomdam dan sudah siap dilimpahkan ke pengadilan. Paling lambat senin atau selasa depan dilimpahkan ke Papra yaitu Danrem dan segera akan dimasukkan ke pengadilan militer.
“Tentunya dengan harapan kepada tokoh agama, adat, masyarakat, perempuan dan pemuda bisa memberikan penjelasan yang meneduhkan umat atau masyarakat kita sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang dapat menggangu aktivitas masyarakat kota jayapura.Yakinlah proses yang kita laksanakan tentunya benar dan terbuka,” harap Pangdam.
Pangdam juga menyampaikan mohon maaf atas kelalaian yang dilakukan prajurit.
Sementara itu ketua Ham sinode GKI di tanah papua pendeta Andrikus mofu,minta kepada pangdam XVII /Cenderawasih agar memberikan jaminan keamanan bagi para mahasiswa Asrama Waropen yang berlokasi di belakang kediaman Kasrem, sehingga mereka bisa kembali beraktifitas seperti biasanya.
“karena sampai hari ini mereka merasa tidak nyaman, kami terus mendampingi mereka dengan komnas HAM, ini perlu di perhatikan” kata Pendeta Andrikus .(SO)