Suasana Nikah Massal

Jayapura (KPN)- Sebanyak 106 pasangan yang beragama Kristen dari berbagai denominasi gereja mengikuti program nikah massal yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (24/08/2017).
“Ini upaya dari kami, Dispendukcapil Kota Jayapura untuk jemput bola terhadap masyarakat Kota Jayapura yang telah hidup bersama tetapi belum melakukan pencatatan sipil,” kata Kadispendukcapil Kota Jayapura, Merlan Uloli di Jayapura.
Menurut Merlan Uloli, awalnya pasangan yang direncanakan untuk mengikuti Pencatatan Sipil dari GKI Pniel Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, sebanyak 15 pasangan suami-istri, tetapi dalam rangka memperingati HUT RI Kemerdekaan ke-72, Dispendukcapil Kota Jayapura mengirim surat ke semua denominasi gereja untuk mengikuti pernikahan catatan sipil.
“Dan ini diluar prediksi saya, rencana kami mungkin ada 50 pasangan ternyata jadi 106 pasangan suami-istri,” ujarnya.

Sambutan Kadispendukcapil Kota Jayapura, Merlan Uloli.

Merlan Uloli juga mengatakan, program nikah missal tersebut merupakan upaya Dispendukcapil Kota Jayapura dalam rangka mempercepat kepemilikam akta kelahiran di Kota Jayapura agar bisa tuntas menjadi 85%.
“Karena kita tahu sendiri anak bisa mendapatkan akte kelahiran jika kedua orang tuanya memiliki akte nikah. Jadi ada integrasi nikah missal dengan kepemilikan akte kelahiran anak di Kota Jayapura,”ujarnya.
Dengan demikian, Kota Jayapura dapat menjadi Kota Layak Anak, kemudian perempuan juga bisa terlindungi sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1971 tentang pernikahan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Negara ini.
Merlan Uloli menambahkan, bagi pasangan suami-istri yang belum mengikuti nikah catatan sipil bisa langsung datang ke Kantor Dispendukcapil Kota Jayapura dan melakukan pendaftaran secara gratis. Setelah mendaftar, mereka juga bisa langsung mendapatkan akte kelahiran.

Penyerahan Akte Nikah oleh Sekda Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya.

Dalam sambutan Walikota Jayapura yang dibacakan oleh Sekda Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya mengemukakan terkait dengan pelaporan perkawinan sesungguhnya member i manfaat dalam berbagai pengurusan seperti akte kelahiran anak.

Suasana Nikah Massal

Lebih lanjut dijelaskan Rasmus D. Siahaya bahwa Akte kelahiran merupakan bentuk pengakuan hukum tentang status hukum seseorang, yakni garis keturunan, hak waris, kewarganegaraan dan kini sudah berkembang menjadi fungsi statistik kependudukan yang sangat dibutuhkan setiap warga Negara dalam penyelenggaraan pemerintahan.(SO)