Suasana Workshop Jurnalis bersama Letkol Infanteri Dax.Sianturi Wakapengdam KODAM XXII Cenderawasih dan Wakil Walikota Jayapura H.Rustan .Saru (ft/Sonya)

Jayapura (KPN) -Menyikapi kian berkembangnya berita Hoax terutama di Media Sosial, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia mengadakan Workshop bertajuk “Peran Media menangkal berita Hoax”, jumat (24/08/2018) bertempat di Hotel Grand Abe Jayapura.

Pemateri dalam Workshop tersebut Kepala Urusan Pengelolaan Liputan Dokumentasi Bidang Humas Polda Papua, Ipda Sosra dan Wakapendam Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Infanteri Dax Sianturi. Sementara Peserta Workshop adalah Para Jurnalis dari berbagai Media Pemberitaan di Jayapura serta Guru dan Siswa-siswi SMK Jurusan Broadcast di Kota Jayapura.

Letkol Infanteri Dax Sianturi Wakapendam KODAM XVII Cenderawasih dalam materinya menyampaikan bahwa hoax memang tidak bisa dicegah, tetapi bisa kita sikapi dengan bijak.

“Teknologi menyediakan wadah membuat dan menyebarkan berita hoax. Jadi memang tidak bisa ditangkal, kalau pengertian saya kalau ditangkal itu adalah sebelum terjadi. Namun benar, bagaimana kita sekarang kita menyikapinya. Saya memandang peran media disini sangat penting,” terang Dax Sianturi.

Penandatanganan deklarasi menolak berita hoax, oleh para Jurnalis dan peserta ( ft/ Sonya)

Menurut Dax Sianturi, Media memiliki fungsi Strategi dalam menyikapi Hoax. Fungsi tersebut dijabarkan menjadi fungsi Protagonis dan Fungsi Antagonis. Protagonis berarti peran untuk menstabilkan atau menyikapi hoax dengan bijaksana. Sedangkan antagonis yakni mereka yang turut menyebarkan hoax tersebut.

Para Jurnalis yang mengikuti Workshop tersebut juga diingatkan bahwa sesuai dengan kode jurnalistik bahwa sebuah berita harus diverifikasi terlebih dahulu.

“Seorang jurnalis yang baik, dia harus memegang kode etik tersebut. Contoh tadi saya bilang, banyak berita hoax tentang TNI di Papua ini. Bagi yang menerima, seorang jurnalis yang menerima tentunya dia harus mempunyai keinginan untuk memverifikasi, benar atau tidak. Siapa orang yang memverifikasi tentu saja orang-orang yang mempunyai kompetensi memberikan informasi tentang hal tersebut,” pungkas Dax Sianturi. (Sonya)