Caption: Wagub Papua, Klemen Tinal, didampingi Ketua LP3KD Provinsi Papua, FX Motte menyerahkan pataka kepada wakil kontingen Pesparani Papus, Konstantinus Bahang, ketika melepas Peserta Pesparani Nasional I Kontingen Provinsi Papua di Kota ,Jayapura.(ft/Celia ).

Jayapura ( KPN)- Wagub Papua Klemen Tinal, melepas Peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional I Kontingen Provinsi Papua ke Kota Ambon, Provinsi Maluku di Hotel Aston, Jayapura, Selasa (23/10).

Pesparani Nasional I diagendakan berlangsung pada 27 Oktober hingga 2 November 2018. Peserta yang mewakili Papua, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Mappi, Asmat, Mimika dan Waropen sebanyak 300 orang, termasuk tim official. Sedangkan total peserta Pesparani seluruh Indonesia, diperkirakan mencapai 8.000 orang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan SKPD di lingkungan Pempov Papua dan Pemkot Jayapura, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua FX Mote, Wakil Ketua Kontingen Pesparani Papua Konstantinus Bahang dan para anggota kontingen.

Wagub mengatakan, Pemprov Papua, Pemkab dan Pemkot dan juga masyarakat Papua mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kesempatan kepada saudara-saudara dari umat Katolik, untuk melakukan suatu pesta rohani melalui Pesparani pertama yang akan diadakan di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

“Kami mendukung sepenuhnya acara ini, karena ini merupakan Pesparani pertama, sehingga tentu yang kita siap hari ini adalah semangat dulu kemudian kebersamaan dari seluruh Kabapaten/Kota yang ada, walaupun memang belum mewakili semua Kabupaten/Kota yang ada,” ujar Wagub.
Oleh karena itu, terang Wagub, pihaknya mengharapkan Papua bisa memberikan satu perspektif baru dalam rohani dengan karakter ke-Papua-an.

“Jadi kita berikan perspentif baru dari Papua kepada masyarakat yang lain, baik umat Katolik yang ikut Pesparani maupun saudara-saudara kita yang lain, yang hadir ataupun saudara-saudara kita di Maluku. Tapi juga eksternal kedunia ataupun kemana kita tunjukan bahwa inilah wajah Indonesia bahwa Indonesia itu beragam-ragam kita ada beragam suku, agama. Tapi kita selalu satu, saling mendukung dan saling membaur,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Pesparani adalah pesta rohani. Jadi bukan untuk berlomba-lomba, karena yang menilai sebenarnya Tuhan, walaupun ada Juri. Tapi itu hal biasa yang tak terlalu penting.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua FX Mote mengatakan, Pesparani Nasional I ini mengusung Tema Membangun Persaudaraan Sejati. Dimana pihaknya mengharapkan Pesparani ini menjadi simbol perdamaian umat diseluruh Indonesia.

Mote menuturkan, pihaknya menyampaikan terima kasih khususnya kepada Pemprov Papua, yang telah membantu biaya transportasi dan akomodasi selama di Kota Ambon.
Karena itu, lanjutnya, pasca Pesparani di Kota Ambon, pihaknya merencanakan menggelar Pesparani Provinsi Papua memanfaatkan APBD tahun 2019 di masing-masing Kabupaten/Kota. (celia)