Peniel Kogoya saat mendapatkan pelayanan di Kantor BPJS Wamena. ( Foto : Vina)

Wamena ( KPN) – Menunggu adalah hal yang sangat membosankan, apalagi bila menunggu harus lama hingga menimbulkan perasaan tidak nyaman, tidak betah dan jenuh.

Peniel Kogoya (27) bercerita tentang kesan pertamanya mengunjungi langsung kantor BPJS Kesehatan yang ada di Wamena.

“Luar biasa pelayanannya, tidak lama cuma sekitar 2-3 menit sudah selesai. Tadi saya sampaikan permasalahan, kartu langsung di cetak,” ujarnya sumringah saat ditemui Tim Jamkesnews, usai mendapatkan pelayanan pada loket BPJS Kesehatan, Selasa (29/07).

Peniel sendiri datang dengan maksud mencetakkan kartu adiknya yang sementara terbaring lemah di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Wamena karena sakit yang ia derita. Peniel menuturkan, sudah beberapa kali si adik memanfaatkan kartu JKN-KISnya.

“Tahun lalu, saat adik sakit di luar kota, kartu JKN-KISnya hilang. Peniel Sempat khawatir saat kemarin tiba-tiba adiknya harus di larikan lagi ke Rumah Sakit karena ada permasalahan pada perutnya yang membengkak sehingga harus mendapatkan penanganan segera. Petugas rumah sakit lalu menganjurkan untuk datang ke Kantor BPJS Kesehatan Wamena guna mencetak kembali kartu yang hilang. Ia tak menyangka sama sekali, Ia mendapatkan pelayanan dari petugas BPJS Kesehatan dengan sangat memuaskan sehingga ia lega dan tidak memikirkan biaya berobat adiknya,”tutur Peniel.

Adik peniel terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada Segmen Penerima Bantuan Iuran – APBN. Segmen ini tidak perlu membayar iuran tiap bulan untuk mendapatkan jaminan kesehatan karena sudah ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Saya berharap, Program JKN-KIS ini tetap ada dan tidak hilang. BPJS Kesehatan tetap hadir melayani masyarakat. Karena, keluarga saya sudah banyak tertolong dan merasakan manfaatnya. Program ini sangat besar manfaatnya”, harap Peniel.

Peniel sendiri merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada salah satu instansi yang ada di Kabupaten Lanny Jaya. Ia mengakui, ia sama sekali belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS nya yang ia sudah terima sebagai seorang PNS. Walau demikian, ia tak pernah merasa dirugikan bila gajinya harus dipotong untuk iuran JKN-KIS. Ia sangat paham iuran tersebut sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara diluar sana. Salah satu contoh, adiknya sendiri.

“Itukan termasuk hal yang bersifat sosial. Kita bisa membantu orang lain tanpa merasa terbebani walaupun gaji harus dipotong, tapi semua untuk kebaikan bersama. Menurut saya itu sangat baik,” ungkapnya lagi.

Peniel besyukur dengan adanya Program JKN-KIS yang telah membantu banyak masyarakat termasuk adiknya sendiri yang sedang terbaring sakit.

“Terima kasih BPJS Kesehatan, saya datang ke kantor ini dan saya dilayani dengan baik sekali. Programnya juga sudah kami rasakan, kami mendapatkan keringanan dalam biaya pelayanan.” ungkapnya bersyukur.

BPJS Kesehatan berupaya untuk selalu menomorsatukan kepuasan peserta dalam menerima layanan. Baik saat datang langsung ke kantor Cabang maupun saat peserta mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan. Peserta merasa terlayani dengan baik merupakan salah satu alasan Program JKN-KIS untuk terus hadir ditengah-tengah masyarakat di Indonesia.( Vin)