Jayapura (09/06/2018). Setelah Buah Merah (Pandanus Conoideus) mulai dikenal luas sebagai tanaman berkhasiat obat dari Papua, kini peneliti asal Papua bernama DR. Been Kogoya, SP, MMA mulai memperkenalkan tanaman berkhasiat lainnya yang juga berasal dari genus yang sama yakni Pandanus.

DR. Been Kogoya, SP, MMA dalam sesi wawancara.

Sejak tahun 2013, Been Kogoya mulai meneliti Tanaman yang familiar di Papua dengan sebutan Kelapa Hutan atau yang dalam Bahasa Pegunungan Tengah disebut “Woromo”.
Sebaran Tanaman Woromo ini di wilayah Pegunungan Tengah Papua, antara lain Wilayah Pegunungan Bintang, Yalimo, Yahukimo, Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai dan Dogiyai.

Pandanus Yilunea Been (Kelapa Hutan)

Woromo atau yang dalam Bahasa latin disebut Pandanus Yilunea Been telah diuji oleh 3 Perguruan Tinggi di Indonesia, yakni Universitas Airlangga, Brawijaya dan IPB.
“Sejak kecil saya adalah anak Petani Kelapa Hutan, jadi saya tidak mencari banyak informasi terkait ceritanya, yang saya cari tahu adalah komponen bioaktif di dalam kelapa hutan serta manfaatnya,” jelas Benn Kogoya.

Olahan Kelapa Hutan oleh masyarakat Pegunungan Tengah.

Hasil pengujian menunjukkan kandungan omega 3 dan omega 9 dengan asam lemak tak jenuh didalam buah kelapa hutan. Dengan kandungan tersebut, kelapa hutan sangat baik manfaatnya bagi penyembuhan penyakit asam urat dan kolesterol tinggi.
Setelah melakukan serangkaian penelitian, Been Kogoya kemudian mengolah Kelapa Hutan menjadi beragam produk yang bermanfaat bagi kesehatan.
“ Yang sekarang saya olah menjadi minyak, kemudian kapsul, terus saya pecahkan juga untuk bikin sabun, dan gula-gula,” terang Been Kogoya.

Been Kogoya menunjukkan foto hasil olahan Kelapa Hutan.

Hak Paten untuk Hasil Penelitian dan Pengolahannya telah terdaftar sejak tahun 2016 lalu, sedangkan ijin BB POM sedang dalam proses pengurusan.
Untuk rencana jangka panjang, Been Kogoya telah mempersiapkan sejumlah mesin pengolah kelapa hutan dan buah merah dan akan segera dipergunakan untuk produksi dalam jumlah yang lebih besar.(SO)